PEMUDA DESA LINGGARJATI YANG TIDAK DIPERHATIKAN
Kuningan-Minggu (2/12), Para pemuda desa Linggarjati merasakan ketidakpedulian aparat desanya,hal ini dinyatakan oleh salah satu pemuda yang setara temui di rumahnya. Aparat desa "Kuwu" hanya memandang sebelah mata, yang diperhatikan oleh kuwu hanya kaum bapak-bapak. Aparat desa tidak pernah memberikan suatu program khusus kepada para pemuda sehingga beberapa pemuda yang ada di desa Linggarjati banyak melakukan hal yang negatif "pergaulan bebas"
Menurut pengakuan Mulyana (18) saat di konfirmasi oleh SETARA di rumahnya dia mengatakan, " ya mungkin di sini mah kegiatannya banyak yang kurang baik karena lokasi desa Linggarjati dekat dengan cafe".
Namun tidak semua pemuda di desa Linggarjati khususnya di kampung Lurah melakukan hal negatif, tetapi mereka yang sadar akan bahaya pergaulan bebas dapat mengisi waktu luangnya dengan cara ikut bergabung bersama PPGC (Pos Pendakian Gunung Ciremai) sebagai pendamping para pendaki yang kan mendaki gunung ciremai,disamping mengisi waktu luang dan menghindari pergaulan bebas menjadi pendamping pendakipun dapat menghasilkan uang untuk jajan sehari-hari bahkan ketika musim pendakian para pendaki sering mendapat uang yang lebih dari biasanya.
"tapi ada kurang-lebih 15 orang pemuda yang berinisiatif untuk bergabung bersama PPGC sebagai pendamping." ujar pegawai SPBU Bandorasa itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar